Abu-abu

LINIMASA

DI DUNIA yang dibuat serba putih hitam ini, tak ada yang mau menjadi abu-abu. Cuma ada putih, dan hitam. Kalau bukan putih, ya berarti hitam. Hanya itu pilihannya. Tanpa kompromi, tanpa toleransi.

Di dunia yang dibuat serba putih hitam ini, semuanya ingin menjadi putih, atau setidaknya terlihat putih. Putih perlambang yang baik-baik, meskipun belum tentu berupa kebaikan sungguhan, sementara hitam mengisyaratkan segala keburukan. Semua yang putih disanjung puji, sedangkan yang hitam diperolok dan dipinggirkan.

Tidak ada yang mau jadi orang salah, atau yang dipersalahkan. Karena itu, semua orang berusaha mati-matian untuk tidak salah, dan menghindari kesalahan. Pokoknya, jangan sampai salah, jangan sampai ketahuan salah, atau dipersalahkan.

Caranya bermacam-macam. Kalau belum kejadian, dimulai dari bersikap hati-hati, benar-benar memerhatikan semua tindakan dan perbuatan, hingga menghindari melakukan apa pun kecuali terpaksa. Ketika kesalahan telanjur terjadi, ada yang menerima dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun ada pula yang pura-pura tidak tahu, menolak dipersalahkan, bahkan sampai “buang bodi” melemparkan kesalahan kepada orang lain dan menempatkan…

View original post 796 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s