Mengabadikan Rasa

linimasa

Saya sedang jatuh cinta.

Ya, sepertinya saya memang sedang jatuh cinta.
Saat dada berdebar dalam antisipasi yang tidak pasti,
Apakah hari ini akan bertemu dengan dia,
Atau hanya berjumpa dengan angan-angan saja.

Ah, angan-angan.
Frasa yang membuai saya dalam keheningan malam,
Saat mendekap guling sambil membenamkan kepala dalam bantal sendirian,
Sembari angan berpikir melayang mengayalkan apa yang dia lakukan sekarang,
Lalu tertidur saking lelahnya imajinasi bekerja.

Tapi apa saya merasa capek karenanya?
Justru sebaliknya!

Impian itu yang membangunkan saya di pagi hari,
Dengan senyuman masih tersungging di bibir,
Membayangkan seandainya ada wajah lain di sisi ranjang yang saya lihat pertama kali di pagi hari.

Karena bukan dengan siapa kau tidur semalam yang penting.
Yang penting adalah dengan siapa kau bangun saat matahari menyingsing.

Karena bukan detil nama, alamat, tempat tanggal lahir, dan kata mutiara yang membuat kamu terbuai,
Yang penting adalah khayalan yang kamu ciptakan sendiri dari apa yang kamu…

View original post 296 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s